ATVI LATIH PEGAWAI ITJEN KEMENKES RI DALAM BIDANG ILMU KOMUNIKASI PENYIARAN Cover

ATVI LATIH PEGAWAI ITJEN KEMENKES RI DALAM BIDANG ILMU KOMUNIKASI PENYIARAN


ATVI didaulat oleh Inspektorat Jenderal Kementerian Kesehatan RI  untuk melakukan pelatihan kepada 20 pegawainya dalam bidang komunikasi penyiaran.  Pelaksanaan pelatihan dilakukan di Kantor Dirjen Departemen Kesehatan RI dan Kampus ATVI selama empat hari. (7 Mei 2018 s/d 11 Mei 2018).

Adapun sejumlah disiplin ilmu penyiaran yang diberikan yaitu  Pengenalan Dunia Jurnalistik, Peran Visual Dalam Dunia Jurnalisme, Teknik Reportase,  Pengenalan Kamera Video, Pengoperasian Kamera Video, Simulasi Praktik Perekaman Gambar dan Non Linier Editing.

Menurut salah satu peserta pelatihan, Juwita Puspita (Bagian Evaluasi, informasi dan humas Itjen Kemenkes RI), pelatihan ini bertujuan untuk mengembangkan sumber daya manusia di lingkungan lembaga tersebut di era keterbukaan informasi seperti saat ini, khususnya membuat video dengan tema anti korupsi dan gratifikasi di lingkungan Kemenkes RI.

ATVI LATIH PEGAWAI ITJEN KEMENKES RI DALAM BIDANG ILMU KOMUNIKASI PENYIARAN 1

“Kitakan di Itjen Kemenkes RI ya, sebuah lembaga yang melakukan pengawasan intern di Kementerian Kesehatan, nah kebetulan saya orang Humas. Humas sendiri adalah pekerjaan yang selalu berurusan dengan masyarakat, dimana masyarakat atau publik sudah semakin kritis terhadap pemberitaan. Nah dengan mengikuti pelatihan ini saya ingin dapat meliput berita dengan benar terutama melalui medium video. Kami ingin dapat membuat video dengan pesan-pesan anti korupsi dan gratifikasi di lingkungan tempat kami bekerja”.  

Diakui Juwita, pengetahuan tentang videografinya di Humas selama ini hanya sebatas merekam saja tanpa mengetahui bagaimana cara mengolah dan mempublikasikan karyanya.

ATVI LATIH PEGAWAI ITJEN KEMENKES RI DALAM BIDANG ILMU KOMUNIKASI PENYIARAN 2

“Setiap kali ada kegiatan kami biasa membuat video tapi asal rekam saja. Cuma ngambil gambar satu posisi, terus gak bisa ngolah. Liputan tapi filenya disimpan saja, tidak pernah dipublikasikan. Harapannya sih setelah mengikuti pelatihan ini kami bisa mengaplikasiiin ilmu yang diberikan pelatih agar kita bisa membuat video yang layak dinikmati masyarakat  sehingga jadi tahu kerjanya Itjen apa saja di Kemenkes”, ujarnya.

Disinggung mengapa ATVI  yang dipilih sebagai mentor pelatihan, sebab ATVI dinilainya sebagai Kampus yang memiliki tenaga pengajar yang cukup berkompeten di bidangnya. 

 “ATVI kan kampus yang sudah dikenal sebagai kampus yang memiliki tenaga pengajar mumpuni dibidang broadcastnya ya  jadi kami sepakat memilih ATVI sebagai pelatihnya”.

Sementara itu menurut Koordinator Materi dan Pelatihan, Hans Utama, pelatihan  ini sifatnya lebih ke pengabdian pada masyarakat.

ATVI LATIH PEGAWAI ITJEN KEMENKES RI DALAM BIDANG ILMU KOMUNIKASI PENYIARAN 3

“ ATVI dalam hal ini sebagai institusi pendidikan memiliki tanggung jawab pada pengamalan  Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat  yang mana ingin  berperan dalam kegiatan  pengembangan sumber daya manusia di bidang komunikasi penyiaran kepada masyarakat, dalam hal ini sejumlah pegawai di Itjen Kemenkes RI”, ungkapnya.

Pelatihan melibatkan sejumlah dosen yaitu Rusman Latief (Visual dalam Public Service Announcement), Des Hanafi (Teknik Penulisan Storyline), Teguh Setiawan dan Dias Suminta. (Tata kamera), dan Desrizal, (Non Linier Editing). Kemudian materi  simulasi pengambilan gambar melibatkan keseluruhan dosen, termasuk didalamnya Sekretaris Program Studi Jurnalistik ATVI, Reza Oktavian.

 

Reporter: Misyatun