avid-logo

Avid ada di ATVI


atvi.ac.id- Guna meningkatkan kualitas lulusannya, ATVI bakal menambah perangkat lunak editing berupa aplikasi Avid Media Composer. Software canggih ini tentunya akan mempermudah proses produksi penyiaran yang berkualitas.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) ATVI, Ir MT Sjailendra MM saat bertemu perwakilan Territory Account Manager South East Asia Avid, Stephen Wong di kantor Indosiar Visual Mandiri Daan Mogot Jakbar, Kamis (01/09/2016) .

Menurut dia, paska produksi sebagai salah satu bagian penting di penyiaran televisi. Oleh karena itu, dukungan sumberdaya manusia serta penguasaan teknologi penunjang sangat dibutuhkan.

"Masyarakat yang melek media membutuhkan siaran televisi yang semakin berkualitas. Atas dasar itulah maka ATVI menambah perangkat lunak editing yaitu Avid," ujar Sjailendra.

Stephen Wong memaparkan, Avid merupakan sebuah program yang super canggih yang dipaketkan dalam sejumlah besar fasilitas dan fungsi. Tersedia pula tambahan dan pengaya untuk Avid Media Composer untuk meningkatkan performa dan kemampuannya. Avid juga mudah digunakan karena tampilannya tidak beda jauh dengan software aplikasi sejenis.

avid_media_composer

Aplikasi pengeditan perangkat lunak non linier Avid ini, kata Stephen, sangat baik digunakan oleh Perguruan Tinggi yang memiliki jurusan Broadcast seperti ATVI. Pasalnya, program ini memiliki segudang keleibihan bila dibandingkan dengan software editing lainnya.

"Software ini sangat nyaman untuk membuat teks. Dibanding software editing sejenis, membuat teks yang berparagraf sangatlah sulit karena editor tidak mengetik langsung di canvas (monitor timeline). Tapi dengan menggunakan Avid Media Composer, apa yang Anda ketik adalah persis seperti yang akan tampil," jelasnya.

Selain itu, sambung Stephen, setiap fasilitas efek bisa menjadi filter sekaligus transisi. Pada software lain sejenis filter dan transisi dipisahkan sehingga tidak mungkin transisi dijadikan filter dan sebaliknya.

Hasil import pun sudah dikondisikan supaya lebih ringan untuk diedit.

Satu hal yang menarik adalah setiap editor punya identitas, layout window bisa diatur sesuai selera. Begitupun dengan shortcut keyboard, setiap profil bisa menyimpan seluruh settingan dari mulai workspace, keyboard, timeline, bin, export preset dan lainnya.

Meski demikian, selama ini Avid dikenal dengan sifat egoisnya yakni harus men-transcode semua material video ketika dipindahkan. Walaupun membutuhkan proses lebih lama, tapi efeknya bagi editor sangatlah baik.

"Avid Media Composer ini dipergunakan secara luas dalam industri perfilman Hollywood dan berbagai stasiun televisi. Tidak ada yang sulit untuk mempelajari Avid, karena pada dasarnya tools yang digunakan sama hanya saja penempatannya yang berbeda, saya pikir satu minggu cukup untuk beradaptasi dengan software ini," ujarnya

Sementara itu, Direktur ATVI, Drs Eduard Depari MA MSc mengatakan, ATVI akan memberikan sertifikasi pada mahasiswa yang mampu mengoperasikan software ini dengan persayaratan tertentu. Mereka yang memenuhi sayarat akan diberikan sertifikat keahlian  yang  nantinya akan menjadi pendamping ijazah Diploma III.

"Sertifikasi tidak hanya bermanfaat bagi mahasiswa, tapi juga merupakan embrio dari sebuah sertifikasi profesi mengingat avid banyak digunakan di banyak Stasiun TV.

Sehingga belum pernah ada peluang bagi mereka yang belajar menggunakan software ini," ujarnya.

Dia menambahkan, ATVI memutuskan untuk membeli Avid karena berorientasinya pada peningkatan skill mahasiswa. Mereka akan mendapat sertifikasi dari pihak otoritas. Tetapi, sebelumnya, para dosen akan mendapatkan sertifikat terlebih dahulu. Mengingat mereka yang akan menjadi instruktur bagi mahasiswa.

"Pemberian seritikat ini juga dimaksudkan agar mahasiswa lulusan ATVI cakap dan berkualitas dalam dunia kerja, karena yang akan mengeluarkan sertifikat adalah dari perusahaan otoritas Avid sendiri. Tentu hal ini sangat menggembirakan, ujarnya. (*)

 

Oleh : Misyatun