camera-consumer-vs-camera-profesional

CAMERA CONSUMER VS CAMERA PROFESIONAL


CAMERA TELEVISI

Saat ini banyak sekali jenis dan macam camera video yang di produksi,dari yang sangat sederhana sampai camera yang menggunakan teknologi paling mutakhir.Penyebaran pasar camera video ini di sesuaikan dengan berbagai aplikasi dan kebutuhan yang di inginkan oleh konsumen,walaupun camera video yang sangat sederhanapun sudah mampu menghasilkan gambar yang cukup memuaskan namun tetap saja camera dengan kualitas yang lebih canggih yang bisa menghasilkan  konsistensi gambar lebih baik untuk waktu yang lebih lama bahkan dalam kondisi yang sangat sulit,dan tentunya kualitas dan kemampuannya bervariasi tergantung harganya.

camera-consumer-vs-camera-profesional1

Beberapa factor yang mempengaruhi orang dalam memilih camera video:

1.Biaya yang di keluarkan
2.Aspek fisik meliputi: berat,kemudahan dan kehandalan
3.Fitur,meliputi: control,handling dan fleksibilitas
4.Kualitas gambar meliputi: resolusi,kualitas warna,stabilitas dan sensitifitas

Menentukan fitur mana yang di pilih tergantung untuk apa camera tersebut akan di gunakan,apakah digunakan untuk siaran langsung atau rekaman? Apakah digunakan untuk single camera atau multi camera?  Apakah langsung edit di camera atau ada proses editing nantinya? Jadi ada beberapa camera yang  sangat sesuai dari camera lain pada kondisi tertentu.

Faktor lain yang lebih penting adalah bila kita bekerja di bagian yang mengandung resiko seperti liputan,maka resiko kerusakan alat akan semakin besar,sehingga akan lebih bijak jika kita menggunakan camera video yang lebih kecil dan murah.

JENIS JENIS CAMERA

Kalau kita membicarakan mengenai jenis jenis camera,maka akan banyak sekali kita temukan jenis dan klasifikasinya tergantung dari sisi mana memandangnya misalnya ada orang yang  mengklasifikasikannya berdasarkan analog dan digital,berdasarkan merknya,berdasarkan tipenya dan banyak lagi.

Namun saya akan mencoba mengklasifikasikannya kedalam tiga bagian yaitu

1.Camera Consumer

Camera dengan teknologi paling sederhana dan sangat mudah di gunakan karena memang di produksi untuk kalangan masyarakat yang menginginkan kemudahan dalam pengoperasiannya,segmentasi produksinya memang di tujukan untuk mereka yang menggunakan kamera ini sekedar untuk mendokumentasikan kegiatan yang bersifat personal,walaupun tidak menutup kemungkinan di gunakan untuk komersil.

umumnya  ciri ciri utama kamera ini adalah sebagian besar fiturnya serba auto dimana semua parameter teknis pengambilan gambar sudah di tentukan oleh camera,kemudian dari segi bentuk fisik yang simpel sehingga sangat mudah untuk di bawa kemana mana.

Misalnya: auto iris,auto white balance, auto fokus dll

 Contoh: Panasonic HC-V380,  JVC GZ E245

camera-consumer-vs-camera-profesional2

2.Camera prosumer

Camera prosumer merupakan singkatan dari profesional consumer yang artinya jenis camera ini merupakan jembatan antara mereka yang baru mulai belajar tentang pengoperasian camera dengan para profesional yang tentunya sudah sangat memahami tekniknya.kalau di camera consumer semua fiturnya full auto tapi di prosumer sudah mulai di lengkapi dengan fitur fitur manual, yang memberikan kesempatan pada para penggunanya untuk membuat pengaturan sendiri pada bagian bagian tertentu.Sehingga para pengguna yang sudah memiliki sedikit pengetahuan tentang teknik sinematografi bisa mengaplikasikannya sesuai yang di inginkannya.

Misal: Fokus auto tapi diagframa manual

Contoh: Sony DSR PD 177, Panasonic AG HVX200

camera-consumer-vs-camera-profesional3

3.Camera professional

Camera video dengan feature dan kualitas yang sudah sangat baik,semua fitur yang di butuhkan oleh para profesional sudah ada di dalam camera ini,kalau di consumer semua fiturnya bersifat full auto,di prosumer ada auto dan juga manual,namun di camera profesional ini biasanya justru full manual,hanya sedikit saja fitur yang bisa auto,sehingga bagi anda yang secara teknis belum menguasai maka akan mengalami kesulitan untuk mengoperasikan camera ini.

Kemudian ciri penting lainnya adalah lensa yang dapat di lepas,sehingga bisa di ganti sesuai dengan kebutuhannya,camera profesional ini umumnya di pakai di stasiun tv .

Contoh: Camera HDC 1000 (pedestal), Sony HDW-750P HDCAM

camera-consumer-vs-camera-profesional4

Secara umum pembagian klasifikasi camera tergantung dari kualitas dan fitur dari setiap camera,tentu saja ada produsen yang sengaja memproduksi camera dengan kualitas yang canggih ataupun biasa yang memang di tujukan untuk kalangan tertentu.Namun saat ini kualitas camera telah mengaburkan pembagian tiga kategori di atas,karena banyak juga camera yang termasuk kategori konsumer banyak juga di pakai oleh kalangan profesional.

Sejak resolusi HD (high Definition) di perkenalkan beberapa tahun lalu dan sekarang telah menjadi resolusi standar camera  maka perbedaan antara  ketiga kategori di atas makin tidak ada,karena kalau dulu membedakan antara camera high dengan camera low budget bisa di lihat dari resolusi yang di hasilkannya namun sekarang ini hampir semua camera sudah menghasilkan resolusi HD.

CAMERA CONSUMER VS CAMERA PROFESIONAL

Walaupun saat ini sangat sulit bagi kita untuk membedakan antara camera consumer dan camera profesional,namun saya akan mencoba memberikan beberapa ciri baik dari segi fisik maupun fitur yang biasanya ada,yaitu:

1.Ukuran Fisik

Umumnya camera consumer memiliki ukuran yang kecil dan ringkas,seringkali juga di sebut handycam yang dapat di pegang menggunakan satu tangan,sementara camera profesional memiliki ukuran yang lebih besar dan di rancang untuk menggunakan bahu sebagai penyangga.

Walaupun perkembangan sekarang ini para produsen juga  berlomba lomba membuat camera dengan ukuran yang kecil namun memiliki kualitas yang sangat baik.

camera-consumer-vs-camera-profesional5

2.Lensa

Camera consumer memiliki lensa yang sangat sederhana yang memang di rancang hanya untuk mengambil gambar bergerak saja dan biasanya tidak dapat di rubah (fixed) sementara camera profesional biasanya memungkinkan untuk berganti ganti lensa dengan bantuan adaptor sehingga bisa menggunakan lensa wide,makro  dan tele sesuai kebutuhan.Lensa bermutu tinggi juga bisa menghasilkan depth of field yang baik,gambar yang seperti film (film look).

camera-consumer-vs-camera-profesional6

3.Manual control

Camera consumer memang di produksi dengan segala fitur yang serba auto sehingga siapapun akan bisa untuk mengoperasikannya,tinggal tekan tombol rekam ,arahkan dan jadi.Namun camera profesional anda harus menyesuaikan sejumlah pengaturan manual untuk mendapatkan gambar yang di inginkan,manual iris,manual white balance,manual speed dan pengaturan control audio.

camera-consumer-vs-camera-profesional6

4.Resolusi

Kebutuhan gambar yang semakin berkualitas menjadikan resolusi camera semakin tinggi,sehingga sekarang ini membedakan camera consumer dan profesional tidak hanya terbatas pada HD dan Non HD saja,tetapi akan terus berkembang hingga terciptalah UHD (ultra high definition) dengan resolusi yang mencapai 4096 × 2160,

camera-consumer-vs-camera-profesional7

5.Sensor size

Walaupun tidak selalu,namun umumnya camera professional memiliki ukuran sensor yang lebih besar daripada camera consumer,sehingga dalam kondisi kurang cahaya (low light) camera yang memiliki sensor lebih besar akan mendapatkan gambar yang lebih baik (tidak noise)

camera-consumer-vs-camera-profesional8

6.Audio input

Camera professional umumnya menggunakan konektor XLR atau yang sering di sebut cannon sebagai masukan/input audionya,sedangkan camera consumer menggunakan konektor 3.5 mm (minijack) bahkan beberapa hanya mengandalkan mic internal (built in mic),sehingga dalam menghasilkan audio tentunya sangat terbatas.

camera-consumer-vs-camera-profesional10

Oleh

Teguh Setiawan

Dosen dan Praktisi Televisi di Akademi Televisi Indonesia