kerjasama-dalam-karya-nyata-cover

Kerjasama dalam Karya Nyata


(atvi.ac.id) “Kebersamaan adalah permulaan. Menjaga bersama adalah kemajuan. Bekerja bersama adalah keberhasilan”

Nukilan ungkapan Henry Ford, seorang pengusaha sekaligus pendiri Ford Motor Campany seakan menggambarkan para mahasiswa semester akhir Akademi Televisi Indonesia (ATVI) yang sedang memasuki tahap penyelesaian Tugas Praktek Karya Nyata (PKN).

PKN adalah salah satu mata kuliah semester akhir yang wajib diselesaikan oleh mahasiswa ATVI. Pada mata kuliah ini mahasiswa dituntut untuk membuat karya berupa program Televisi layak tayang sebelum mahasiswa bersangkutan dinyatakan lulus dan cakap  menyandang gelar Ahli Madya di bidang Komunikasi Massa/Pertelevisian.

Bermodalkan ide kreatif, semangat berkarya dan kerjasama tim, mahasiswa kelas akhir tahun akademik 2013 – 2014 ini terbagi kedalam beberapa kelompok Program TV yang dibuatnya seperti drama, dokumenter, Variety Show, Game Show dan Magazine.  Pembagian kelompok-kelompok ini sesuai dengan Program TV  yang dipilih sendiri oleh mahasiswa dan sesuai jobdesk yang diminati pula.

Menginjakan kaki di daerah perkampungan kecil, di Kabupaten Purwakarta selama 4 hari (16-19/08/2016) merupakan  hal baru dan mengesankan bagi seluruh tim drama yang disutradarai oleh Annisa Oktaviana. Beranggotakan 11 orang kru, Nisa sebagai motor dalam tim tersebut bertanggungjawab atas proses kreatif. Bukan hanya itu Nisa juga senantiasa menjaga kekompakan tim agar Program TV yang diproduserinya berhasil dikerjakan lancar .

“Bersama teman – teman baru yang berbeda kelas, harus bisa bikin kebersamaan jadi lebih erat. Tadinya enggak pernah tegur sapa sekarang jadi deket .” Ujar Nisa.

 Nisa membuat Film berdurasi 24 menit yang  menceritakan drama keluarga. Kisah tentang ketulusan hati seorang anak yang tetap menerima ayahnya meskipun sang ayah memiliki sifat jahat. Didalamnya Nisa juga memasukan unsur – unsur budaya tari tradisional jaipong yang dikemas tanpa menghilangkan nilai – nilai estetika dari tarian tersebut

Nisa menjelaskan  bahwa pengambilan drama keluarga bertujuan untuk menampilkan sebuah tontonan drama TV yang menarik. “Memberikan pesan moral dengan menggabungkan unsur budaya, keindahan serta usaha meraih impian” ujarnya.

Pengalaman – pengalaman lucu hingga menjengkelkan sudah biasa mereka lalui pada proses produksi. Pernah pula terjadi kejadian aneh saat malam terahir pengambilan adegan jaipongan. Secara tiba – tiba 2 lampu tembak mati dan hidup kembali pagi hari. Terkadang cuaca juga tidak mendukung dan ada saja kendala teknis. Akan tetapi, itu bukan halangan bagi tim untuk melanjutkan pengambilan adegan.

Kini film drama berjudul “ Kasih “  yang disusun Nisa dan kawan – kawan sedang dalam proses penyuntingan dan akan ditampilkan pada sidang kelayakan bulan oktober. Nisa berpesan kepada Mahasisawa – Mahasiswi ATVI untuk memperbanyak referensi film dan tentukan

Sementara itu Ardiansyah dari kelompok Game Show kembali meenegaskan bahwa kerjasama tim dalam PKN sangat penting.

“Kebetulan mendapatkan genre Game Show dengan jumlah kru 12 orang, disini kita harus bikin sebuah karya beriupa program tv dan layak tayang tentunya, untuk hal ini kerjasama tim benar-benar penting, awalnya kita ngumpul untuk  brainstroming menentukan konsep sebelum masuk tahap produksi “. Ujar mahasiswa semester akhir yang bertindak sebagai produser ini.    

“Kita syuting di Gedung Singa Kota Tua tanggal 31 Agustus 2016, harapan saya semoga angakatan 13 ini dapat memberikan hasil yang terbaik didalam tugas akhir ini, saat ini sedang dalam tahap paska produksi” ucapnya menambahkan.

kerjasama-dalam-karya-nyata

Wakil Direktur III Bidang Kemahasiswaan, Handy Utama yang juga bertindak sebagai pembimbing mengatakan, PKN merupakan bentuk aktualisasi kemampuan teknis dan kreatif Mahasiswa berupa sebuah karya program acara televisi setelah mengikuti berbagai bidang perkuliahan di ATVI. Tugas akhir tersebut bertujuan untuk menghsilkan insan – insan yang memiliki komitmen serta kemampuan untuk berkontribusi dalam perwujudan ruang publik penyiaran yang demokratis, berkualitas, menghibur dan mencerahkan masyarakat.

“ Kita berharap mereka mampu betul – betul mengerjakan tugas PKN secara maksimal sesuai dengan apa yang sudah dipelajari selama tiga tahun di ATVI  dengan sebaik mungkin. Hasil PKN ini adalah penentu mereka lulus atau tidak lulus.” Ujarnya.  

Selain tugas pembuatan drama, ada 3 kelompok dokumenter televisi, 2  program variety show, 2 program game show ,  2 drama televisi dan 3 kelompok magazine. Sistem penilaian dilakukan dengan mempresentasikan program yang dibuat untuk mendapat nilai karya sebagai kelompok. Setiap anggota tim mempertanggung jawabkan karyanya sesuai dengan profesi masing – masing dihadapan Dewan Penguji.

 

Reporter: Sri Rahayu

Foto: Dokumentasi PKN