Kuliah Perdana

Kuliah Perdana 2015-2016


Memulai awal semester di tahun ajaran baru 2015-2016 Akademi Televisi Indonesia (ATVI), kuliah perdana kembali di gelar di studio 5 Indosiar. Kuliah perdana adalah tradisi tahunan yang menjadi catatan sejarah bagi mahasiswa baru yang bergabung di ATVI dan menjadi simbol awal perjuangan mahasiswa baru menempuh pendidikan. Dibuka dengan sambutan Direktur ATVI, Bapak Eduard Depari yang mengatakan bahwa tahun ajaran 2015-2016 Kampus ATVI mencetak rekor baru dengan menerima hampir 200 mahasiswa baru yang sebelumnya hanya menerima sekitar 150 mahasiswa. “Dengan bertambahnya jumlah mahasiswa baru, ATVI telah merenovasi gedung kampus 2 sehingga memiliki 10 ruang kuliah. Dan tidak lupa ATVI juga terus mengupayakan kualitas pengajar dan fasilitasnya ditingkatkan,” ujar Bapak Eduard Depari. Dan diharapkan kepada mahasiswa yang baru bergabung di kampus broadcast sesungguhnya ini, belajar sebaik mungkin, dan bisa menjadi lulusan yang berkualitas, memiliki integritas tinggi sehingga bisa memberikan hal yang positif dalam dunia hiburan di tanah air. Sebelum memasuki kuliah umum, Kepala Program Studi Bapak Agus Sudibyo dan bapak Sjailendra menyematkan jaket alamater kepada mahasiswa baru secara simbolis, diikuti semua mahasiswa baru dengan mengenakan jaket alamater ATVI. Menurut Vice President Corporate Communication PT. Pertamina (Persero) Ibu Wianda A. Pusponegoro SE, MM, dalam kuliah perdana bertema “Prospek Karir Bidang Studi jurnalistik Televisi dan Peluang Kerja yang Terbuka” menekankan pentingnya integritas dalam dunia penyiaran. Karena sebagai broadcaster harus bisa membawa dirinya dengan baik, berpikir masa depan, menyukai tantangan, serta memiliki empati yang tinggi dalam beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya. “Mahasiswa yang tertarik bidang Jurnalistik akan lebih mampu bekerja di bidang adapun,” ungkap mantan Jurnalis dan News Anchor Metro TV ini. Acara dilanjutkan dengan memperkenalkan para pengampu dan staf ATVI oleh Wakil Direktur 1, Bapak Adrian Ingratubun dilanjutkan penjelasan soal kegiatan Broadcamp yang diselenggarakan keesokan harinya di Eagle Hills, Puncak, Bogor oleh Wakil Direktur 3, Bapak Handy Utama, lalu ditutup dengan doa oleh Bapak Anshory. (Nanang Prasetiyo)