LPPM ATVI Laksanakan Kampanye Literasi Media yang Bertepatan dengan Hari Anak Nasional Cover

LPPM ATVI Laksanakan Kampanye Literasi Media yang Bertepatan dengan Hari Anak Nasional


Kampanye Literasi Media berkaitan dengan Lembaga Penelitian dan pengabdian kepada masyarakat (LPPM), digelar di Sekolah Saint John’s Meruya, Jakarta. (23-27 Juli 2018), dengan topik “Digital Savvy Using Social Media.”

 Secara kebetulan diawal pelaksanaan kegiatan bertepatan dengan Hari Anak Nasional yang jatuh pada Senin, 23 Juli 2018. Sehingga kampanye seperti ini sangatlah tepat diberikan kepada anak-anak yang hidup di tengah terpaan media yang luar biasa.

Kampanye kali ini melibatkan mahasiswa, karena Kegiatan LPPM Kampus ATVI selalu berusaha membuat mahasiswa untuk ikut berperan aktif dalam kegiatan apapun, baik berupa ikut mengajar atau hanya membantu mendokumentasikan kegiatan.

LPPM ATVI Laksanakan Kampanye Literasi Media yang Bertepatan dengan Hari Anak Nasional 1

Safrudiningsih selaku dosen ATVI dan pelaksana kegiatan mengatakan bahwa LPPM terdiri dari kewajiban untuk mengajar, melakukan penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang wajib dilakukan oleh seorang dosen di Indonesia. Dulunya hanya sebatas mengajar yang diwajibkan paling banyak dilakukan oleh seorang dosen. Namun sekarang justru melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakatlah yang diharuskan untuk diperbanyak.

Kampanye literasi media menyasar sejumlah siswa usia TK hingga SMA dan juga orang tua.  Kegiatan ini digelar untuk menyadari pentingnya mengajak anak-anak dan orang tua menanggapi secara bijak kemajuan teknologi dan keberadaan media sosial pada dewasa ini.

Paulus Pontoh dari Sekolah Saint John’s menjelaskan tujuan utama acara ini adalah membuat anak-anak lebih bijak dalam menggunakan gadget serta meningkatkan kesadaran
anak untuk membaca buku dan menjadikan kebiasaan membaca buku sebagai hal yang menyenangkan.

LPPM ATVI Laksanakan Kampanye Literasi Media yang Bertepatan dengan Hari Anak Nasional 2

"Penggunaan gadget pada anak-anak usia sekolah, bahkan terkadang sejak usia sangat dini,  bisa menjadi sebuah ketergantungan dan telah menjadi masalah umum pada generasi milenial ini", terang Paulus.

Kegiatan LPPM kali ini juga bekerjasama dengan Mobil pintar dan Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih Indosiar. Selain membaca buku dan berdongeng, kreatifitas juga diberikan kepada peserta dengan cara menggambar ataupun menulis.

Dongeng yang diberikan pun lebih beragam seperti cerita tentang pentingnya tidur tepat waktu, dan mengurangi menonton televisi atau bermain gadget untuk mencegah bangun kesiangan dan terlambat datang ke sekolah sangatlah menghibur anak-anak. Safrudingsih menggunakan nama tokoh yaitu Keluarga Iin, Dodo, dan Siar yang jika digabungkan menjadi “Keluarga Indosiar.”

Selain itu peserta yang ikut semakin bertambah setiap harinya dikarenakan diberitakan oleh Fokus Indosiar dan Liputan 6 SCTV.

Direktur ATVI, Drs. Eduard Depari, MA, M.Sc. dalam seminar pada hari kudua (Selasa, 24 Juli 2018), menegaskan pentingnya bagi orang tua untuk menyediakan waktu berkualitas bagi anak-anaknya.

LPPM ATVI Laksanakan Kampanye Literasi Media yang Bertepatan dengan Hari Anak Nasional 3

“Menjadi orang tua bagi anak-anak generasi milenial ini memang lebih susah, tetapi sangat penting untuk mengarahkan anak agar mampu mengambil manfaat dari gawai dan media sosial.” Tegasnya. Menurutnya pula, media sosial saat ini seperti pisau bermata dua yang bisa bermanfaat, tapi juga bisa merugikan penggunanya.

Melalui seminar ini diharapakan orang tua bersama-sama pendidik di sekolah dapat mempersiapkan anak-anak lebih bijak dalam pemanfaatan gawai dan media sosial.

Adapun kegiatan literasi lain yang akan digelar oleh ATVI di Saint John School di antaranya seminar untuk orang tua murid kelas 4 SD hingga SMA yang akan berlangsung Jumat, 27 Juli 2018. ATVI mengemas Pekan Literasi Media tahun ini dengan cukup menarik. Anak-anak usia dini diberi pemahaman melalui kegiatan dongeng, membuat dan mewarnai boneka tangan.

Murid kelas 4 hingga 6 SD akan mendapat pelatihan menjadi presenter cilik, sementara murid-murid sekolah menengah akan mendapat pelatihan menulis.

 

Reporter : Sri Ayuningsih

Foto : Dokumentasi ATVI