Menristekdikti bawakan kuliah perdana di ATVI gambar Cover

Menristekdikti Bawakan Kuliah Perdana di ATVI


Atvi.ac.id-Akademi Televisi Indonesia (ATVI) merupakan satu-satunya perguruan tinggi vokasi di Indonesia yang menghasilkan tenaga terampil, terlatih dan terdidik dalam industri pertelevisian Tanah Air. Lulusan kampus ini dinilai mampu memenuhi keperluan pembangunan dan industri televisi di di Indonesia. Hal itu diungkapkan oleh Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Republik Indonesia (RI) Mohamad Nasir pada kuliah perdana semester ganjil 2016, di Studio 5 Indosiar, Rabu (31/08/2016) . Mohammad Nasir membawakan materi kuliah bertajuk “pendidikan vokasional pertelevisian dalam kaitannya dengan pengembangan konsep link and match”.

Menristekdikti bawakan kuliah perdana di ATVI gambar1

Dihadapan Dirjen Kemenristekdikti, Ketua Yayasan Indosiar, Direktur, Wakil Direktur, Kaprodi, Dosen, Staff serta mahasiswa baru dan orangtua, Mohamad  menyebutkan, Program Pembangunan Infrastruktur dan Industri di Tanah Air memerlukan tenaga terampil terlatih dan terdidik dalam berbagai jenjang kebisaan.

"Akademi Televisi Indonesia satu-satunya perguruan tinggi vokasi di Indonesia yang mendukung hal ini," ujarnya.

Dia memaparkan, saat ini institusi pendidikan vokasi di Indonesia perlu direvitalisasi. Indonesia harus mengejar negara-negara industri maju, terutama yang berbahasa Jerman dengan menerapkan sistem dual dalam pendidikan vokasi nya. Hal ini dinilai mampu memberikan kontribusi yang sangat berarti dalam pertumbuhan ekonomi negara.

Menurut data Kemenristekdikti, perguruan tinggi vokasi di Indonesia terdapat 1.103 akademi kejuruan, namun hanya 22 program studi (prodi) yang berlisensi. Sedangkan Politenik berjumlah 262 dan hanya 55 prodi berlisensi.

Mohammad Nasir berharap agar tenaga profesional di bidang pertelevisian yang dicetak ATVI dapat tersebar diseluruh Indonesia. "Saya berharap tenaga-tenaga professional ini tidak hanya di Jakarta saja, tetapi tersebar di daerah-daerah seluruh Indonesia, agar dunia pertelevisian kita semakin berwarna," ucapnya.

Menristekdikti mengatakan, program sertifikasi kebisaan (kompetensi) dapat diberikan kepada mahasiswa ATVI sebagai pelengkap ijazah. Saat ini program sertifikasi masih pada tahap awal diterapkan di sebagian besar Politeknik Negeri.

Direktur ATVI Eduard Depari dalam sambutannya mengatakan, kehadiran Menristekdikti sebagai pembicara ini disambut hangat oleh Keluarga Besar ATVI. Pasalnya kuliah perdana ini merupakan momentum penting untuk memacu semangat para mahasiswa.

"Kami sangat gembira dan patut berbangga karena Menristekdikti bersedia hadir mengisi kuliah perdana di ATVI, ini suatu hal yang istimewa," katanya disusul tepuk tangan meriah oleh para peserta.

Eduard Depari pun nampaknya akan segera mewujudkan harapan Menristekdikti. Pihaknya akan menambah prasarana perkuliahan dengan alat editing mutakhir AVID yang digunakan oleh berbagai stasiun TV komersial pada awal perkuliahan semester ganjil ini. Mahasiswa yang dapat menggunakan alat tersebut dengan memenuhi syarat tertentu akan memperoleh sertifikat.

Menristekdikti bawakan kuliah perdana di ATVI gambar2
Menristekdikti bawakan kuliah perdana di ATVI gambar3

Sebagai informasi, pada tahun akademik 2016/2017 ini ATVI menerima 180 Mahasiswa baru yang terbagi kedalam dua jurusan yaitu Produksi TV dan Jurnalistik TV.

Oleh Misyatun.